Mencari

Rabu, 21 Juli 2010

Apapun Kesulitannya, Hadapi dan Nikmati !


”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak duji lagi?

Q.S. Al-Ankabuut [29]: 2

Modal yang diperlukan untuk memulai suatu kemajuan adalah kemauan, keberanian dan pengetahuan. Sedangkan kekuatan untuk mempertahankannya adalah kejujuran, komitmen, inovasi, dan kesabaran.

Jangan pernah menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan taklukanlah. Nikmatilah permainannya. Jika tantangan yang Anda hadapi terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan tidak boleh membuat Anda lelah. Sebaliknya, atur kembali strategi Anda. Temukanlah lebih banyak lagi keteguhan, pengetahuan, dan bantuan.

Jika Anda telah mencapai tujuan Anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga Anda terpenuhi, berpindahlah kepada tujuan kelompok Anda, masyarakat, bahkan umat. Malaikat akan mencatat setiap kebaikan Anda yang membuat orang lain merasa bahagia dan tertolong. Sehingga kesuksesan Anda pun menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya meski Anda telah meninggal.

Jangan menciptakan kesuksesan kemudian Anda tidur nyenyak di dalamnya. Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk menciptakan kemajuan. Ingatlah bahwa ALLAH menyembunyikan nikmat-Nya yang luar biasa di balik setiap kesulitan dan tantangan. Sementara syaithan mengalihkan perhatian Anda dari kenikmatan itu dengan menimbulkan rasa khawatir, was-was, takut gagal, minder, dan tergesa-gesa dalam diri Anda.

Jika ALLAH menginginkan seorang hamba menjadi orang yang kuat, Dia akan mengujinya dengan ujian dan tantangan kesulitan yang berat. Kemampuan mengatasi tantangan itulah yang akan menjadikannya kuat.

AmbiLah Resiko Itu...!!!

”Agar ALLAH Memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya ALLAH Maha Cepat hisab-Nya.”

Q.S. Ibrahim [14]: 51

Apapun sikap dan keputusan yang kita tetapkan untuk diri kita, pastilah memiliki risiko. Tergambar di benak sebagian kita bahwa setiap risiko adalah sesuatu yang buruk. Padahal ia merupakan tantangan yang mendidik dan akan memberi banyak pelajaran, sehingga pikiran terlatih untuk kreatif mencari solusi.

Sayyidina ’Ali bin Abu Thalib pernah mengatakan bahwa dari seratus jenis risiko dan kesulitan yang timbul dalam pikiran sebelum melakukan suatu tindakan, yang merupakan risiko yang benar-benar akan terjadi tidak lebih dari sepersepuluhnya saja.

Kehidupan yang kita jalani adalah proses kita untuk memecahkan setiap masalah dan mengatasi setiap risiko yang akan muncul. Adanya masalah dan kesulitan merupakan bukti adanya kehidupan. Jika tidak ada masalah dan kesulitan maka tidak akan ada kehidupan yang sebenarnya.

Jika seorang ibu tidak berani mengambil risiko rasa sakit dan letih, maka tidak ada anak yang lahir di dunia ini. Jika seorang anak tidak berani mengambil risiko untuk jatuh, maka anak itu tidak akan bisa berjalan. Jika seorang pengusaha tidak berani mengambil risiko untuk memulai bisnis, maka tidak ada pengusaha sukses di dunia ini.

Semuanya berawal dari kemauan dan keberanian kita untuk siap mengambil risiko. Ingat! Mengambil risiko!! Bukan menerima risiko !!

Nikmat Allah yg sering Terlupa


Dua Nikmat yang Sering Terlupa

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dan memberikan kenikmatan yang tidak terhingga. Manusia tidak akan mampu menghitungnya.

Allah berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An-Nahl: 18)


NIKMAT SEHAT

Di antara kenikmatan Allah yang sangat banyak adalah kesehatan. Kesehatan merupakan kenikmatan yang diakui setiap orang, memiliki nilai yang besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyebutkan hal ini dengan sabdanya:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR. Ibnu Majah, no: 4141; dan lain-lain; dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ush Shaghir, no: 5918)
Kita melihat kenyataan manusia yang rela mengeluarkan biaya yang besar untuk berobat, ini bukti nyata mahalnya kesehatan yang merupakan kenikmatan dari Allah Ta’ala.

Akan tetapi kebanyakan manusia lalai dari kenikmatan kesehatan ini, dia akan ingat jika kesehatan hilang darinya.
Diriwayatkan bahwa seseorang mengadukan kemiskinannya dan menampakkan kesusahannya kepada seorang ‘alim. Maka orang ‘alim itu berkata: “Apakah engkau senang menjadi buta dengan mendapatkan 10 ribu dirham?”, dia menjawab: “Tidak”. Orang ‘alim itu berkata lagi: “Apakah engkau senang menjadi bisu dengan mendapatkan 10 ribu dirham?”, dia menjawab: “Tidak”. Orang ‘alim itu berkata lagi: “Apakah engkau senang menjadi orang yang tidak punya kedua tangan dan kedua kaki dengan mendapatkan 20 ribu dirham?”, dia menjawab: “Tidak”. Orang ‘alim itu berkata lagi: “Apakah engkau senang menjadi orang gila dengan mendapatkan 10 ribu dirham?”, dia menjawab: “Tidak”. Orang ‘alim itu berkata: “Apakah engkau tidak malu mengadukan Tuanmu (Allah subhanahu wa ta’ala ) sedangkan Dia memiliki harta 50 ribu dinar padamu”. (Lihat: Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm: 366)


DUA KENIKMATAN, BANYAK MANUSIA TERTIPU
Oleh karena itulah seorang hamba hendaklah selalu mengingat-ingat kenikmatan Allah yang berupa kesehatan, kemudian bersyukur kepada-Nya, dengan memanfaatkannya untuk ketaatan kepada-Nya. Jangan sampai menjadi orang yang rugi, sebagaimana hadits di bawah ini:


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ (خ 593
“Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari, no: 5933)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Kenikmatan adalah keadaan yang baik, ada yang mengatakan kenikmatan adalah manfaat yang dilakukan dengan bentuk melakukan kebaikan untuk orang lain.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, penjelasan hadits no: 5933)

Kata “maghbuun” secara bahasa artinya tertipu di dalam jual-beli, atau lemah fikiran.

Al-Jauhari rahimahullah: “Berdasarkan ini, kedua (makna itu) bisa dipakai di dalam hadits ini. Karena sesungguhnya orang yang tidak menggunakan kesehatan dan waktu luang di dalam apa yang seharusnya, dia telah tertipu, karena dia telah menjual keduanya dengan murah, dan fikirannya tentang hal itu tidaklah terpuji.” (Fathul Bari)


Ibnu Baththaal rahimahullah berkata: “Makna hadits ini bahwa seseorang tidaklah menjadi orang yang longgar (punya waktu luang) sehingga dia tercukupi (kebutuhannya) dan sehat badannya. Barangsiapa yang dua perkara itu ada padanya, maka hendaklah dia berusaha agar tidak tertipu, yaitu meninggalkan syukur kepada Allah terhadap nikmat yang telah Dia berikan kepadanya. Dan termasuk syukur kepada Allah adalah melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi lara
ngan-larangan-Nya. Barangsiapa melalaikan hal itu maka dia adalah orang yang tertipu.” (Fathul Bari)

Kemudian sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas “kebanyakan manusia tertipu pada keduanya” ini mengisyaratkan bahwa orang yang mendapatkan taufiq (bimbingan) untuk itu, orangnya sedikit.

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Kadang-kadang manusia itu sehat, tetapi dia tidak longgar, karena kesibukannya dengan penghidupan. Dan kadang-kadang manusia itu cukup (kebutuhannya), tetapi dia tidak sehat. Maka jika keduanya terkumpul, lalu dia dikalahkan oleh kemalasan melakukan kataatan, maka dia adalah orang yang tertipu. Kesempurnaan itu adalah bahwa dunia merupakan ladang akhirat, di dunia ini terdapat perdagangan yang keuntungannya akan nampak di akhirat.

Maka barangsiapa menggunakan waktu luangnya dan kesehatannya di dalam ketaatan kepada Allah, maka dia adalah orang yang pantas diirikan. Dan barangsiapa menggunakan keduanya di dalam maksiat kepada Allah, maka dia adalah orang yang tertipu. Karena waktu luang akan diikuti oleh kesibukan, dan kesehatan akan diikuti oleh sakit, jika tidak terjadi maka masa tua (pikun).

Sebagaimana dikatakan orang “Panjangnya keselamatan (kesehatan) dan tetap tinggal (di dunia) menyenangkan pemuda. Namun bagaimanakah engkau lihat panjangnya keselamatan (kesehatan) akan berbuat? Akan mengembalikan seorang pemuda menjadi kesusahan jika menginginkan berdiri dan mengangkat (barang), setelah (sebelumnya di waktu muda) tegak dan sehat.” (Fathul Bari)
Ath-Thayyibi rahimahullah berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membuat gambaran bagi mukallaf (orang yang berakal dan dewasa) dengan seorang pedagang yang memiliki modal. Pedagang tersebut mencari keuntungan dengan keselamatan modalnya. Maka caranya dalam hal itu adalah dia memilih orang yang akan dia ajak berdagang, dia selalu menetapi kejujuran dan kecerdikan agar tidak merugi. Kesehatan dan waktu luang adalah modal, seharusnya dia (mukallaf) berdagang dengan Allah dengan keimanan, berjuang menundukkan hawa-nafsu dan usuh agama, agar dia mendapatkan keberuntungan kebaikan dunia dan akhirat. Hal ini seperti firman Allah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Qs. As-Shaaf: 10) dan ayat-ayat berikutnya.
Berdasarkan itu dia wajib menjauhi ketatan kepada hawa-nafsu dan berdagang/kerja-sama dengan setan agar modalnya tidak sia-sia bersama keuntungannya.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam hadits tersebut “kebanyakan manusia tertipu pada keduanya” seperti firman Allah:

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (Qs. Sabaa’: 13)

“Kebanyakan” di dalam hadits itu sejajar dengan “sedikit” di dalam ayat tersebut.” (Fathul Bari)

Al-Qadhi Abu Bakar bin Al-‘Arabi rahimahullah berkata: “Diperselisihkan tentang kenikmatan Allah yang pertama (yakni yang terbesar) atas hamba. Ada yang mengatakan “keimanan”, ada yang mengatakan “kehidupan”, ada yang mengatakan “kesehatan”. Yang pertama (yaitu keimanan) lebih utama, karena hal itu kenikmatan yang mutlak (menyeluruh). Adapun kehidupan dan kesehatan, maka keduanya adalah kenikmatan duniawi, dan tidak menjadi kenikmatan yang sebenarnya kecuali jika disertai oleh keimanan. Dan di waktu itulah banyak manusia yang merugi, yakni keuntungan mereka hilang atau berkurang. Barangsiapa mengikuti hawa-nafsunya yang banyak memerintahkan keburukan, selalu mengajak rileks, sehingga dia meninggalkan batas-batas (Allah) dan meninggalkan menekuni ketaatan, maka dia telah merugi. Demikian juga jika dia lonnggar, karena orang yang sibuk kemungkinan memiliki alasan, berbeda dengan orang yang longgar, maka alasan hilang darinya dan hujjah (argumen) tegak atasnya.” (Fathul Bari)

Maka sepantasnya hamba yang berakal bersegera beramal shalih selama kesempatan masih ada. Hanya Allah Tempat memohon pertolongan.
Penulis: Ustadz Muslim Atsari

Senin, 19 Juli 2010

Untukmu wahai Ukhti

Dengarlah wahai Akhwatfillah,,

Ukhtifillah….
(Surat Terbuka Seorang Ikhwan untuk Seluruh Akhwat di Dunia)

Ukhtifillah,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa
peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak
perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu
dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah,
tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu,
karenanya kau tak membutuhkan persamaan.
Ukhtifillah,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh,
karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap
dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa,
sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku
yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Ukhtifillah,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan
mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat
selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani
kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku
bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Ukhtifillah,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk
melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku
seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah
burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor
dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau
termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Ukhtifillah,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang
dengan sepenuh hati membawamu kehadapan
Rabbmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam
Al-Qur’an, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam
rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah
hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir
dalam Al-Qur’an.

Ukhtifillah,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati
ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu,
mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak
ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua
lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu,
yang kaubangun dengan segala kekhusyu’an
tangis do’amu.

Ukhtifillah,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu
pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang
terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu
yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar
pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada
keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih
Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan
menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.

Allah Knows

When you feel all alone in this world

And there’s nobody to count your tears

Just remember, no matter where you are

Allah knows

Allah knows

When you carrying a monster load

And you wonder how far you can go

With every step on that road that you take

Allah knows

Allah knows

No matter what, inside or out

There’s one thing of which there’s no doubt

Allah knows

Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth

Every star in this whole universe

Allah knows

Allah knows

When you find that special someone

Feel your whole life has barely begun

You can walk on the moon, shout it to everyone

Allah knows

Allah knows

When you gaze with love in your eyes

Catch a glimpse of paradise

And you see your child take the first breath of life

Allah knows

Allah knows

No matter what, inside or out

There’s one thing of which there’s no doubt

Allah knows

Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth

Every star in this whole universe

Allah knows

Allah knows

When you lose someone close to your heart

See your whole world fall apart

And you try to go on but it seems so hard

Allah knows

Allah knows

see we all have a path to choose

Through the valleys and hills we go

With the ups and the downs, never fret never frown

Allah knows

Allah knows

No matter what, inside or out

There’s one thing of which there’s no doubt

Allah knows

Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth

Every star in this whole universe

Allah knows

Allah knows

Every grain of sand,

In every desert land, He knows.

Every shade of palm,

Every closed hand, He knows.

Every sparkling tear,

On every eyelash, He knows.

Every thought I have,

And every word I share, He knows.

Allah knows.

Ketika Anda merasa sendirian di dunia ini

Dan tidak ada seorang pun untuk menghitung air matamu

Hanya ingat, tak peduli di mana Anda berada

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Ketika Anda membawa beban yang berat

Dan Anda bertanya-tanya seberapa jauh Anda bisa pergi

Dengan setiap langkah di jalan itu yang Anda ambil

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Tidak peduli apa pun, di dalam atau di luar

Ada satu hal yang tidak ada keraguan

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Dan apa pun yang terletak di langit dan bumi

Setiap bintang di seluruh alam semesta ini

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Bila Anda menemukan seseorang yang istimewa

Merasakan seluruh kehidupan Anda telah hampir bermula

Anda dapat berjalan di bulan, berteriak kepada setiap orang

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Ketika Anda menatap dengan cinta di matamu

Melihat sekilas surga

Dan Anda melihat anak Anda mengambil napas kehidupan pertama

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Ketika Anda kehilangan seseorang yang dekat dengan hati

Lihat seluruh dunia Anda hancur berantakan

Dan Anda mencoba untuk terus bangkit tapi sepertinya begitu sulit

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Anda lihat kita semua memiliki jalan untuk memilih

Melalui lembah-lembah dan bukit-bukit kita pergi

Dengan jatuh dan bangun dengan tidak pernah risau serta berkerut

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Setiap butir pasir,

Dalam setiap gurun tanah, Dia tahu.

Setiap warna sawit,

Setiap tertutup tangan, Dia tahu.

Setiap berkilau air mata,

Di setiap bulu mata, Dia tahu.

Setiap pikir saya miliki,

Dan setiap kata saya berbagi, Dia tahu.

Allah mengetahui



When you feel all alone in this world

And there’s nobody to count your tears

Just remember, no matter where you are

Allah knows

Allah knows


When you carrying a monster load

And you wonder how far you can go

With every step on that road that you take

Allah knows

Allah knows

No matter what, inside or out

There’s one thing of which there’s no doubt

Allah knows

Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth

Every star in this whole universe

Allah knows

Allah knows

When you find that special someone

Feel your whole life has barely begun

You can walk on the moon, shout it to everyone

Allah knows

Allah knows

When you gaze with love in your eyes

Catch a glimpse of paradise

And you see your child take the first breath of life

Allah knows

Allah knows

No matter what, inside or out

There’s one thing of which there’s no doubt

Allah knows

Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth

Every star in this whole universe

Allah knows

Allah knows

When you lose someone close to your heart

See your whole world fall apart

And you try to go on but it seems so hard

Allah knows

Allah knows

see we all have a path to choose

Through the valleys and hills we go

With the ups and the downs, never fret never frown

Allah knows

Allah knows

No matter what, inside or out

There’s one thing of which there’s no doubt

Allah knows

Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth

Every star in this whole universe

Allah knows

Allah knows

Every grain of sand,

In every desert land, He knows.

Every shade of palm,

Every closed hand, He knows.

Every sparkling tear,

On every eyelash, He knows.

Every thought I have,

And every word I share, He knows.

Allah knows.

Ketika Anda merasa sendirian di dunia ini

Dan tidak ada seorang pun untuk menghitung air matamu

Hanya ingat, tak peduli di mana Anda berada

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Ketika Anda membawa beban yang berat

Dan Anda bertanya-tanya seberapa jauh Anda bisa pergi

Dengan setiap langkah di jalan itu yang Anda ambil

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Tidak peduli apa pun, di dalam atau di luar

Ada satu hal yang tidak ada keraguan

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Dan apa pun yang terletak di langit dan bumi

Setiap bintang di seluruh alam semesta ini

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Bila Anda menemukan seseorang yang istimewa

Merasakan seluruh kehidupan Anda telah hampir bermula

Anda dapat berjalan di bulan, berteriak kepada setiap orang

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Ketika Anda menatap dengan cinta di matamu

Melihat sekilas surga

Dan Anda melihat anak Anda mengambil napas kehidupan pertama

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Ketika Anda kehilangan seseorang yang dekat dengan hati

Lihat seluruh dunia Anda hancur berantakan

Dan Anda mencoba untuk terus bangkit tapi sepertinya begitu sulit

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Anda lihat kita semua memiliki jalan untuk memilih

Melalui lembah-lembah dan bukit-bukit kita pergi

Dengan jatuh dan bangun dengan tidak pernah risau serta berkerut

Allah mengetahui

Allah mengetahui

Setiap butir pasir,

Dalam setiap gurun tanah, Dia tahu.

Setiap warna sawit,

Setiap tertutup tangan, Dia tahu.

Setiap berkilau air mata,

Di setiap bulu mata, Dia tahu.

Setiap pikir saya miliki,

Dan setiap kata saya berbagi, Dia tahu.

Allah mengetahui

“Allah Knows”

(By Zain Bhikha)

It’s Beautiful Nasheed


Minggu, 18 Juli 2010

Jilbab Kita

About Jilbab..
Dikutip dari buku “Gara-gara Jilbabku?” Karya Asma Nadia, dkk

katakan dengan lantang I’m a Jilbabers and I’m proud of it..^_^
Mari kita jilbabkan diri, jilbabkan hati, dengan ikhlas, karena jilbab adalah sebuah aturan perlindungan Allah..


Q.S Al-Ahzab ayat 59: Perintah Menggunakan Jilbab
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada yg tidak ketat, tidak transparan dan tidak menyerupai laki2.

Q.S An-Nur: 30-31 Batasan Aurat antara Pria dan Wanita
“Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, apa yang mereka perbuat.” “Katakanlah kepada wanita yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka meukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Mereka bilang,,Akhwat berjilbab itu..

*Seandainya jilbab bukan kewajiban, bagi saya jilbab tetap memberi keindahan lain. Tapi sayang, masih ada yang melihat jilbab dari sisi syar’i semata. Mereka tidak peduli pada warna, motif, apalagi bentuk. Apakah warna, motif, dan bentuk merupakan keharusan berjilbab? TIDAK. Tapi kenapa harus alergi dengan penawaran-penawaran seperti itu? Allah menciptakan keindahan dalam bentuk wanita, dengan segala batasan-batasannya. Kita menjaga dan menambah keindahan itu, dengan segala batasan-batasannya. (Biru laut, Penulis buku “Aku Begitu Mencintaimu”)


*Kalo ingat masa SMA, akhwat berjilbab terlihat lebih terjaga, menyejukkan pandangan, dan insya Allah bisa diandalkan. Kalau ada, saya pesan satu ya?..hehehe, serius neh! (Widhi Saputro, Ilustrator)

*Cewek berjilbab itu..cantik tenan, Rek! Yap, mau keningnya lebar kaya pematang sawah, mau hidunyya pesek kayak ragi masuk angin, mau pipinya jerawaan kaya korban perang bintang, bagi saya, mereka tetap cantik. Inner beauty yang keluar dari cewek berjilbab bukan bernama fisik, tapi bernama iman dan pemahaman yang dalam. Lagipula, saya yakin, cewek berjilbab itu lebih dihargai Allah ketimbang yang tidak, karena mereka patuh pada titah Allah SWT, bukan semata keinginannya saja. (Asa Mulchias, Penulis buku “Kuntilanak, Here I Come!”

*Menyamaratakan semua jilbabers adalah sebuah kesia-siaan. Persamaan mereka adalah, mereka menutup aurat untuk menjalankan perintah Allah. kalau mereka juga menjilbabi hati dan akhlaknya, ini adalah plus kedua. Dan beberapa orang, setelah berjilbab, menjadi lebih cantik penampilannya, ini adalah bonus. Tapi cantik perilakunya, itu adalah buah manis. Ikuti mode, tentu saja boleh. Bersikap tegas, tentu saja boleh, Satu lagi, jangan galak-galak, ya? :-) . Asyik-asyik aja gitu..hehe
(Ekky al-Malaky P, penulis buku “Protes, Protes, Protes!”)


*Cewek berjilbab itu kayak kue yang dibungkus plastik. Kesannya lebih mahal. Beneran. Sumpah! (Adji, penulis buku “Pelangi Hati dan Will U Marry Me?”)

*RUMAH SAKIT! Begitu yang terlintas di kepala, setiap aku ketemu sama cewek berjilbab. Lho, apa hubungannya? Jelas ada! Rumah sakit selalu berada dalam keadaan steril. Begitu juga cewek berjilbab, steril dari keinginan laki-laki untuk memandang secara berlebih-lebihan. Kecuali keinginan untuk….menikahi! Hihihi..maklum dah, namanye juga masih jomblo! (Denny Prabowo, penulis buku “Pemuda dalam Mimpi Edelwiss”)


*Aku suka cewek centil dan pinter. Suka ngelaba-ngelaba kecil. But, With Jilbab, serasa ada jarak yang enggan kutembus. Berjilbab means dia komit penuh to what she trust. aku jadi hormat. (Wedha, Ilutrator dan Desainer)

*Di mata saya, Jilbaber itu menghadirkan rasa adem, kagum, pokonya semua yang baik-baik hadir di perasaan saya setiap lihat jilbaber. Ada nilai plusnya-lah. terlebih, saya langsung merasa sebagai saudaranya, jangankan mau macam-macam, orang lain yang menggoda pun, sepertinya saya ingin turun tangan untuk menjaganya. Didepan mata saya, nggak boleh ada yang mengganggu dia, karena dia telah menjaga dirinya dengan menunjukkan identitasnya sebagai muslimah, sebagai saudara saya. Jadi kalo ada yang menggoda nakal, iseng, ataupun macam-macam sama jilbaber, berarti dia harus bwerhadapan denagn saya..:-)
(S. Gegge Mappanegawa, penulis buku “Kupu-Kupu Rani”)

*Ya, kalo menurut pribadi ali sendiri, selain seneng karena hari gini masih ada cewek berjilbab yang mau mjaga auratnya, cewek berjilbab itu lebih sejuk ada dilihatnya, selain juga menjauhkan cowok dari pandangan yang ga semestinya. Tapi nggak ngilangin juga unsur-unsur seninya, karena seni itu indah. Dan Allah suka akan keindahan. (Ali Ichsan, Ilustrator)


*Jibab itu bikin cewek keliatan cakep, asal makenya bener. Jadi, kita mandangnya nggak macem-macem. Cewek yang berjilbab rapi lebih enak diajak berinteraksi. (Koko Nata, penulis buku “No Hp No Cry”)

*Salam Jilbab, kalo menurut gue, cewek yang memakai jilbab itu keren baget lho (lebih-lebih dipandang pake kacamata Islam). Tapi yang enggak enaknya kalo ngeliat cewek sekarang berjilbab tidak pada tempatnya. Memakai jilbab sekaligus mengenakan pakaian super ketat, sehingga lekuk-lekuk tubuhnya membayang. Kan sama aja tuh! Lagipula gue kurang setuju jilbab sering dimodis-modisin, sehingga cenderung mengundang hasrat negatif. Segitu aja. Bagi cewek berjilbab; “berjilbablah selayaknya berjilbab!” (Rifan)

*Cewek berjilbab tau menghargai dirinya. Dia juga bikin cowok deg-degan. Soalnya makin banyak misterinya. (Gola Gong, penulis buku “Hari Senjakala”)

*Jilbab tak pernah mampu menyembunyikan kecantikan seorang wanita. Jilbab justru makin mnegaskan kecantikan, kelembutan, kesalehan, dan pesona wanita.
(Irwan Kelana, Cerpenis, novelis, dan wartawan harian umum Republik)

*Gw suka banget ama cewek jilbab. Apalagi anaknya pinter. Tapi kadang suka risih kalo lyt cewek jilbab, gaun ketat, n bawahnya street. Tapi lagi gw nggak suka cewek jilbab ya terlalu gombrang gitu. Kesannya kayak emak-emak. Menurut gw, boleh dong pakai jilbab gaya, asal yg sesuai dengan syariat n yang keliatan rapi gitu lho. (Zainal Radar T, Cerpenis)


Cermin

Ketika diriku bercermin dikaca aku jadi malu
Kulihat pakaian yang berjilbab putih
Itulah diriku tapi nyatanya hati dan tingkah lakuku belum sesuai dengan pakaianku

Sering ngomongin orang, belanja takaruan,pilih-pilih teman,
Kadang iri-irian sering juga dandan berlebihan
Tetapi ternyata diriku menyerti arti jilbab ini
Tak hanya pakaian ataupun hiasan
Atau lebih lagi jilbab putih ini akan mengantarkan diri kita pada cinta Illahi

Bersihkan hatimu,luruskan ahlakmu,
Jadilah muslamah yang penuh karisma
Semoga Allah bersama kita…....

Renungan Cintaku

“Tertawan Cinta”

Ya Allaah……………
Jika cinta adalah ketertawanan
Maka tawanlah aku
Dengan cinta kepada-Mu
Agar tak ada lagi
Yang dapat menawanku
Selain Engkau

Ya Allaah……………
Jika rindu adalah rasa sakit
Yang tak dapat menemukan muaranya
Maka penuhilah rasa sakitku
Dengan rindu kepada-Mu
Dan jadikanlah kematianku
Sebagai muara pertemuanku
Dengan-Mu

Ya Allaah……………
Hatiku hanya cukup
Untuk satu cinta
Jika aku tak dapat mengisinya
Dengan cinta kepada-Mu
Akan kemanakah kupalingkan
Wajah ini dari-Mu??

Wanita Shalehah


“Dunia adalah perhiasan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah”


“Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia”
Wahai manusia yang paling bahagia karena agama dan etika..
Meskipun tanpa permata, kalung, dan emas yang menghiasinya..
Melainkan berkat tasbih yang selalu dibacanya..
Bagaikan berita gembira, bagaikan hujan, bagaikan fajar,bagaikan sinar, dan bagaikan awan..


Dalam sujud, dalam do’a, dalam sikap merasa dalam pengawasan Allah SWT..
Dalam pemikiran yang bersumber dari cahaya ruh Illahi..
Dan kitab-kitab yang juga dipesankan Al-Qur’an..
Oleh cahaya wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di gua yang darinya Rasul..
Rabb-Mu dapat menguasai bangsa Romania dan bangsa Arab..
Engkau adalah manusia yang paling bahagia di dunia..
Berkat keyakinan yang ada dalam kalbumi yang suci lagi penuh ketaatan..


*Ciri-ciri Wanita Ahli Syurga*
1. Ridla dengan suami yang telah dijodohkan oleh Allah SWT.
2. Menjadikan istri yang setia kepada suami dikala senang dan susah.
3. Selalu memohon maaf kepada suami.
4. Senantiasa mendahulukan suami dalam keadaan apapun.
5. Senantiasa menghibur hati suami terutama bila suami dalam kesusahan.
6. Bila dipandang suami senantiasa menyenangkan.
7. Melembutkan pandangan dan tertunduk bila dihadapan suami.
8. Tidak pernah menolak bila disentuh suami kapanpun ia perlu.
9. Tidak berkhianat terhadap harta, perkara, dan sebagainya tatkala suami tidak ada.
10. Senantiasa hormat kepada suami dan ibu/ bapak suami.
11. Selalu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan untuk suami.
12. Selalu bersih dan bersolek untuk membahagiakan suami bila dipandang.
13. Tidak pernah menunjukkan wajah yang muram dan berlaku kasar terhadap suami.
14. Menyambut pulang suami dengan senyuman dan mencium tangan suami.

Kamis, 15 Juli 2010

Hati ini hy Allah yg tahu "Cinta Dalam Diam"



Bismilahirohmanirohim

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang..
cukup cintai ia dalam diam..
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya..
Kau ingin memuliakan dia dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan terlarang yg Allah murkai..
Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah SWT pilihkan untukmu..

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali..??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..

karena dalam diammu tersimpan kekuatan.. kekuatan harapan..
hingga mungkin saja Allah akan membuat nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata..

Bukankah Allah tak pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya..??
Dan jika memang cinta itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,, biarkan ia tetap nyata..
jika ia bukan milikmu,, melalui waktu,, Allah akan menghapusnya..
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat..
Biarkan cinta dalam diammu menjadi memori tersendiri di sudut hatimu..
menjadi rahasia antara kau dan Sang Pemilik hatimu…


Subhanallah,,so sweet…^_^

Yakinlah bila saat’y telah tiba Allah akan mempertemukan dgn seseorang yg terbaik menurut-Nya untuk kita..!!

“Ikhwan yg baik untuk akhwat yg baik,, dan begitupun sebalik’y”

Tetap istiqomah untuk menjaga hati,, sampai hati ini berlabuh ke tempat yg halal… Smile ✿ ^‿^

Karena,, Hati ini hanya Allah yg tahu…

Teteap Semangat ya.. !!!

Jika Taaruf Gagal Total


Fenomena yang sering terjadi dikalangan muslim dan muslimah yang sedang mempersiapkan diri ke gerbang pernikahan biasanya akan melalui ?fase ta?aruf?. Suatu usaha atau ikhtiar untuk mengetahui hakikat calon pasangan kita. Bagaimana sifat dan karakternya, keluarganya, gaya hidupnya, dan seabreg-abreg ?rahasia si dia? yang ingin kita ketahui dengan detail dalam ta?aruf adalah di bolehkan dalam islam. Agar mantap sebelum terjadi pinangan/lamaran. Sayangnya, sering terjadi dari pihak wanita kurang jeli dalam memanfaatkan moment ini, banyak diantara mereka yang melihat beberapa nilai plus dari calonnya langsung mengatakan ?iya?, terburu-buru menjatuhkan pilihan. Dengan alasan bahwa lamaran bisa di batalkan atau dengan kata lain mudah dibatalkan maka ketika ditengah perjalanan sering kita temui ?korban-korban? berjatuhan, baik dari pihak wanita maupun laki-lakinya. Banyak di pihak lelaki kecewa atau juga mungkin dari pihak laki-laki yang menarik pinangannya sehingga pihak wanita juga kecewa.

Gagal dalam ta?aruf ? jangan terlalu bersedih dan kecewa. Tapi juga ingat dan sadari berapa banyak pilihan yang kita inginkan dari calon pasangan kita. Ingatlah,..bahwa sosok yang kita harapkan menjadi pendamping hidup kita tidak akan bisa sempurna total!! bagi pihak wanita biasaya figure yang diharapkan adalah seperti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan bagi pihak lelaki sudah sering penulis dengar menginginkan sosok yang cerdas seperti Aisyah atau mungkin yang berhati mulia seperti Khadijah. Terlalu tinggi memasang target?? Iya,..karena itulah banyak yang mengharapkan calon pasangannya mampu begini dan begitu harus bisa ini dan itu dan sebagainya. Sehingga sebenarnya kegagalan dalam melewati fase ta?aruf adalah karena tingginya target yang di harapkan dari calon pasangannya.

Melihat dengan jujur apa yang ada dalam diri kita, mengaca dan menggali kembali kemampuan, kelebihan dan kekurangannya adalah sangat perlu di perhatikan bagi muslim dan muslimah yang berniat akan menikah. Sehingga apabila memang hatinya ?khalisan lillah li wajhillah? benar-benar ingin menikah karena Allah, ikhlas karena Allah semata, karena mengharapkan wajah-Nya semata maka dia tidak akan memasang target atau impian yang terlalu tinggi dan muluk. Karena sesungguhnya Allah sendiri telah menjamin hal itu bagi hamba-hamba-Nya yang baik yang shalih akan mendapatkan pasangan yang shalihah juga sebagaimana firman-Nya: ?Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula? (An-Nuur: 26).

Berfikir positif dan selalu berhusnudzan (berbaik sangka/ positive thinking- pen) kepada Allah harus selalu ada dalam pikiran kita ketika menghadapi kegagalan dalam ta?aruf.Boleh jadi ketika kita sangat menginginkan calon pasangan kita itu ternyata ia adalah bukan yang terbaik di sisi Allah Azza wa jalla, dan kemungkinan lain Allah akan menggantikannya dengan calon lain yang lebih baik. Cobalah renungkan pula firman-Nya berikut ini : ? ?boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahuinya? (Al-Baqarah :216)
Tetaplah berdoa dan berusaha sesuai dengan kemampuan kita dan janganlah terlalu memasang target yang terlalu tinggi sebagaimana penulis ungkapkan diatas agar kita tidak selalu ?gagal? dalam ta?aruf .

Buat saudariku muslimah yang masih ?gagal? dalam ta?aruf perbanyaklah doa kepada-Nya. Mintalah yang terbaik bagi kehidupanmu di dunia dan akhirat nanti. Janganlah karena omongan kanan-kiri, karena usiamu yang terus bertambah membuat engkau tak sabar. Ingatlah bahwa pernikahan bukanlah hanya untuk satu hari atau dua hari dan berapa banyak tanggung jawab yang akan engkau emban setelah engkau menikah tentu akan membuatmu berfikir dengan akalmu bukan dengan perasaanmu. Jangan menyerah,..wahai saudariku !! Usaha ta?aruf lagi sampai Allah pertemukan engkau dengan calon pasanganmu. Sesungguhnya IA tidak akan menyia-nyiakan amal usahamu dan juga doamu.Wallahu ?alam bish-shawwab.

http://nasihat19.blogspot.com/2008_09_01_archive.html

Tips Taaruf Juga...


Jika seorang lelaki ingin menarik hati seorang wanita, biasanya yang ditebarkan adalah berjuta-juta katapuitis bin manis, penuh janji-janji untuk memikat hati, "Jika kau menjadi istriku nanti, percayalah aku satu-satunya yang bisa membahagiakanmu," atau "Jika kau menjadi istriku nanti, hanya dirimu di hatiku" dan "bla...bla...bla..." Sang wanita pun tersipu malu, hidungnya kembang kempis, sambil menundukkan kepala,"Aih...aih..., abang bisa aja." Onde mande, rancak bana !!!(halahh...berlebihaan kekekeke)Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui 'ancaman' hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, "Jangan macem-macem lu, gue punya nih!" Amboi... belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT.Emang iya sih, wanita biasanya lebih terpikat dengan lelaki yang bisa menyakinkan dirinya apabila ntar udah menikah bakal selalu sayang hingga ujung waktu, serta bisa membimbingnya kelak kepada keridhoan Allah SWT. Bukan lelaki yang janji-janji mulu, tanpa berbuat yang nyata, atau lelaki yang gak berani mengajaknya menikah dengan 1001 alasan yang di buat-buat.Kalo lelaki yang datang serta mengucapkan janjinya itu adalah seseorang yang emang kita kenal taat ibadah, akhlak serta budi pekertinya laksana Rasulullah SAW atau Ali bin Abi Thalib r.a., ini sih gak perlu ditunda jawabannya, cepet-cepet kepala dianggukkan, daripada diambil orang lain, iya gak? Namun realitayang terjadi, terkadang yang datang itu justru tipe seperti Ramli, Si Raja Chatting, atau malah Arjuna, Si Pencari Cinta, yang hanya mengumbar janji-janji palsu, lalu bagaimana sang wanita bisa percaya dan yakin dengan janjinya?Nah...Berarti masalahnya adalah bagaimana cara kita menjelaskan calon pasangan untuk percaya dengan kita? Pusying... pusying... gimana caranya ya? Ih nyantai aja, semua itu telah diatur dalam syariat Islam kok, karena caranya bisa dengan proses ta'aruf. Apa sih yang harus dilakukan dalam ta'aruf? Apa iya, seperti ucapan janji-janji seperti diatas?Ta'aruf sering diartikan 'perkenalan', kalau dihubungkan dengan pernikahan maka ta'aruf adalah proses saling mengenal antara calon laki-laki dan perempuan sebelum proses khitbah dan pernikahan. Karena itu perbincangan dalam ta'aruf menjadi sesuatuyang penting sebelum melangkah ke proses berikutnya. Pada tahapan ini setiap calon pasangan dapat saling mengukur diri, cocok gak ya dengan dirinya. Lalu, apa aja sih yang mesti diungkapkan kepada sang calon saat ta'aruf?1. Keadaan KeluargaJelasin ke calon pasangan tentang anggota keluarga masing-masing, berapa jumlah sodara, anak keberapa, gimana tingkat pendidikan, pekerjaan, dll. Bukan apa-apa, siapa tahu dapat calon suami yang anak tunggal, bokap ama nyokap kaya 7 turunan, sholat dan ibadahnya bagus banget, guanteng abis, lagi kuliah di Jepang (ehm), pokoknya selangit deh! Kalo ketemu tipebegini, sebelum dia atau mediatornya selesai ngomong langsung kasih kode, panggil ortu ke dalam bentar, lalu bilang "Abi, boljug tuh kaya' ginian jangan dianggurin nih. Moga-moga gak lama lagi langsung dikhitbah ya Bi, kan bisa diajak ke Jepang!" Lho? :D2. Harapan dan Prinsip HidupWarna kehidupan kelak ditentukan dengan visi misi suatu keluarga lho, terutama sang suami karena ia adalah qowwan dalam suatu keluarga. Sebagai pemimpin ia laksana nahkoda sebuah bahtera, mau jalannya lempeng atau sradak-sruduk, itu adalah emahirannyadalam memegang kemudi. Karena itu setiap calon pasangan kudu tau harapan dan prinsip hidup masing-masing. Misalnya nih, "Jika kau menjadi istriku nanti, harapanku semoga kita semakin dekat kepada Allah" atau "Jika kau menjadi istriku nanti, mari bersama mewujudkan keluarga sakinah, rahmah, mawaddah." Kalo harapan dan janjinya seperti ini, kudu' diterima tuh, insya Allah janjinya disaksikan Allah SWT dan para malaikat. Jadi kalo suatu saat diagak nepatin janji, tinggal didoakan, "Ya Allah... suamiku omdo nih, janjinya gak ditepatin, coba deh sekali-kali dianya...," hush...! Gak boleh doakan suami yang gak baik lho, siapa tahu ia-nya khilaf kan?3. Kesukaan dan Yang Tidak DisukaiDari awal sebaiknya dijelasin apa yang disukai, atau apa yang kurang disukai, jadinya nanti pada saat telah menjalani kehidupan rumah tangga bisa saling memahami, karena toh udah dijelaskan dari awalnya. Dalam pelayaran bahtera rumah tangga butuh salingpengertian, contoh sederhananya, istri yang suka masakan pedas sekali-kali masaknya jangan terlalu pedas, karena suaminya kurang suka. Suami yang emang hobinya berantakin rumah karena lama jadi bujangan), setelah menikah mungkin bisa belajar lebih rapi, dll. Semua ini menjadi lebih mudah dilakukan karena telahdijelaskan saat ta'aruf. Namun harus diingat, menikah itu bukan untuk merubah pasangan lho, namun juga lantas bukan bersikap seolah-olah belum menikah. Perubahan sikap dan kepribadian dalam tingkat tertentu wajar aja-kan? Dan juga hendaknya perubahan yang terjadi adalah natural, tidak saling memaksa.4. Ketakwaan Calon PasanganApa yang terpenting pada saat ta'aruf? Yang mestinya menduduki prioritas tertinggi adalah bagaimana nilai ketakwaan lelaki tersebut. Ketakwaan disini adalah ketaatan kepada Allah SWT lho, bukan nilai 'KETAKutan WAlimahAN' :D Karena apabila seorang lelaki senang, ia akan menghormati istrinya, dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak suka berbuat zalim kepadanya. Gimana dong caranya untuk melihat lelaki itu bertakwa atau tidak? Tanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, misalnya kerabat dekat, tetangga dekat, atau sahabatnya tentang ketaatannya menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar. Misalnya tentang sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, atau pula gimana sikapnya kepada tetanggaatau orang yang lebih tua, dan lain-lain. Apalagi bila lelaki itu juga rajin melakukan ibadah sunnah, wah... yang begini ini nih, 'calon suami kesayangan Allah dan mertua.'Inget lho, ta'aruf hanyalah proses mengenal, belum ada ikatan untuk kelak pasti akan menikah, kecuali kalau sudah masuk proses yang namanya khitbah. Nah kadang jadi 'penyakit' nih, karena alasan "Kan masih mau ta'aruf dulu..." lalu ta'rufnya buanyak buanget, sana-sini dita'arufin. Abis itu jadi bingung sendiri,"Yang mana ya yang mau diajak nikah, kok sana-sini ada kurangnya?"Wah..., kalo nyari yang mulia seperti Khadijah, setaqwa Aisyah atau setabah Fatimah Az-Zahra, pertanyaannya apakah diri ini pun sesempurna Rasulullah SAW atau sesholeh Ali bin Abi Thalib r.a.?Nah lho...!!!Apabila hukum pernikahan seorang laki-laki telah masuk kategori wajib, dan segalanya pun telah terencana dengan matang dan baik, maka ingatlah kata-kata bijak, 'jika berani menyelam ke dasar laut mengapa terus bermain di kubangan, kalau siap berperang mengapa cuma bermimpi menjadi pahlawan?'Ya akhi wa ukhti fillah,Semoga antum segera dipertemukan dengan pasangan hidup, dikumpulkan dalam kebaikan, kebahagiaan, kemesraan, canda tawa yang tak putus-putusnya mengisi rongga kehidupan rumah tangga. Kalaupun nanti ada air mata yang menetes, semoga itu adalah air mata kebahagiaan, tanda kesyukuran kepada Allah SWT karena Ia telah memberikan pasangan hidup yang selalu bersamamengharap keridhoan-Nya, aamiin allahumma aamiin.Barakallahulaka barakallahu'alaika wajama'a bainakumafii khairin.Wallahu a'lam bishowab,(kafemuslimah.com)

http://nasihat19.blogspot.com/2008_09_01_archive.html